“Hakim Profesional itu Diciptakan, bukan Dilahirkan”

Bogor, bldk.mahkamahagung.go.id – Wakil Ketua Mahkamah Agung RI bidang Non Yudisial Dr. H. Sunarto, SH, MH., menegaskan kepada seluruh calon hakim bahwa hakim profesional itu diciptakan, bukan dilahirkan.

Demikian disampaikan Dr. Sunarto, SH., MH ketika memberikan kuliah umum kepada calon hakim peserta Program Pendidikan dan Pelatihan Calon Hakim (PPC) Terpadu Angkatan III - Gelombang I, di Pusdiklat Mahkamah Agung RI, Bogor (09-09-2019).

“Hakim yang berkualitas harus memiliki syarat hard competency dan soft competency. Hard competency dalam bentuk intelektualitas, keahlian atau kemampuan. Sementara untuk soft competency, dalam hal integritas.  Hal ini menunjukkan bahwa profesionalitas seorang hakim itu bukan dilahirkan tetapi diciptakan”. Tuturnya.

Oleh karena itu, seorang hakim dituntut menjadi role model dan berani berubah. Mengubah prinsip bekerja menjadi tomorrow is today, mengubah pola pikir dari dilayani menjadi melayani. Juga bekerja keras, cerdas dan ikhlas. Kalau tidak mau digilas oleh perubahan jaman.

“Yang terpenting yakni berani berubah. Jika tidak mau berubah, kita akan digilas oleh perubahan, karena yang tidak berubah hanyalah perubahan itu sendiri,” ujar-nya.

Dr. H, Sunarto, SH, MH juga menambahkan saat ini dunia peradilan menghadapi tantangan secara universal. Seperti  sistem yang lambat, akses penyampaian informasi perkara yang sulit dan korupsi yang masih terjadi.

Meskipun demikian untuk mengatasi tantangan tersebut dan untuk mempertahankan kemandirian peradilan yang tetap mengikuti perkembangan jaman, Mahkamah Agung telah mengambil kebijakan menyeleksi jabatan Ketua Pengadilan melalui sistem fit and propert test dan mendukung pengembangan sistem Teknologi Informasi Komunikasi di lingkungan pengadilan.  

Calon Hakim yang mengikuti PPC Terpadu Angkatan III yang sedang berlangsung ini merupakan Dikat Tahap III untuk gelombang 1 dari 3 gelombang yang telah direncanakan. Diikuti sebanyak 563 calon hakim yang berasal dari lingkungan Peradilan Umum sebanyak 334 calon hakim, lingkungan Peradilan Agama sebanyak 181 calon hakim dan lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara sebanyak 38 calon hakim.

Pada Diklat Tahap III ini, calon hakim dipersiapkan untuk menjalani proses Magang Tahap III sebagai asisten hakim di pengadilan tingkat pertama yang ditunjuk sebagai tempat magang.

Galeri Foto

Foto-foto Kegiatan Badan Litbang Diklat Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI

  • Default
  • Title
  • Date
  • Random

Kalender Kegiatan Diklat (Timetable) Tahun 2019