A+ A A-

Seminar Interpretasi Pengadilan Terhadap Prinsip Pengadilan Terhadap Prinsip Itikad Perlindungan Hukum bagi Pemilik Merek

Jakarta, bldk.mahkamahagung.go.id - Mahkamah Agung RI menyambut baik dilaksanakannya seminar nasional tentang Interpretasi Pengadilan terhadap prinsip itikad baik dalam perlindungan hukum bagi pemilik merek terkenal, di Jakarta, Kamis (09/11/2017).

Ketua Kamar Perdata Mahkamah Agung RI  Soltony Mohdally, SH., MH memaparkan pandangannya tentang Perlindungan Merek Terkenal dari Pemohon Beritikad Baik saat menjadi pembicara kunci pada seminar nasional yang diselenggarakan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI. Menurut Soltony Mohdally, prinsip utama dalam pendaftaran merek, permohonan pendaftaran merek harus dilandasi dengan itikad baik  terlebih lagi terhadap permohonan pendaftaran merek yang mempunyai persamaan pada pokoknya dengan merek terkenal. Secara a contrario permohonan pendaftaran merek dengan itikad tidak baik seharunya ditolak. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan perlindungan kepada pemilik merek terkenal dan juga melindungi konsumer dari produk yang tidak berkualitas yang pada akhirnya merugikan konsumen itu sendiri.

Dalam tataran praktek, prinsip pendaftaran dengan itikad baik masih menimbulkan perbedaan dalam implementasinya. karena instrumen hukum baik internasional maupun nasional yang mengatur tentang merek, tidak memberikan defenisi yang jelas tentang pendaftar yang beritikad baik dan merek terkenal, kecuali dengan kriteria-kriteria suatu merek disebut terkenal atau tidak. Konsekuensinya, terdapat penafsiran yang berbeda-beda dan bisa menimbulkan ketidakpastian bagi pemilik merek terkenal di negara dimana merek terkenal tersebut dimintakan perlindungan.

Oleh karena itu, Soltony Mohdally berharap melalui seminar nasional ini lahir konsep atau kesepahaman tentang konsep itikad tidak baik dalam kaitannya dengan perlindungan merek terkenal dari peserta seminar yang memiliki latar belakang yang berbeda. Kesepahaman tersebut penting untuk meminimalisir terjadinya disparitas jika belum bisa meniadakan sama sekali perbedaan pandangan tentang konsep itikad tidak baik dalam kaitannya dengan perlindungan  merek terkenal  yang pada gilirannya tidak hanya berakibat merugikan pemilik merk terkenal tetapi juga konsumen, ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI, Dr. Zarof Ricar, SH., S.Sos, M.Hum mengungkapkan bahwa Puslitbang dalam menetapkan topik seminar tersebut didasarkan atas isu dan fenomena aktual berkenaan dengan masih adanya disparitas dalam putusan putusan pengadilan terkait dengan penafsiran itikad baik dalam perlindungan hukum bagi pemegang merek terkenal. Adanya disparitas putusan putusan tersebut telah menimbulkan ketidakpastian hukum sekaligus ketidakadilan bagi kalangan pelaku usaha. Padahal dengan telah terbentuknya sistem kamar seharusnya mampu mengurangi terjadinya disparitas putusan. Dengan tujuan agar terjadi peningkatan kualitas dan konsistensi putusan dapat terjaga dengan baik.

Seminar nasional ini menghadirkan empat narasumber yaitu I Gusti Agung Sumanatha, SH., MH, Hakim Agung Mahkamah Agung RI, memaparkan materi tentang Menguak Tabir Sengketa Merek L : Interpretasi Pengadilan Terhadap Prinsip Itikad Baik dalam Perlindungan Hukum Prof. Dr. Achmad Zen Umar Purba, S.H., LLM, Ketua Badan Arbitrase dan Mediasi Hak Kekayaan Intelektual (BAM HKI) memaparkan tentang Interpretasi Pengadilan Terhadap Prinsip Itikad Baik dalam Perlindungan Hukum; Adi Supanto, S.H., LLM, Kepala Sub Direktorat Pelayanan Hukum dan Fasilitasi Komisi Banding Merek, Direktorat Merek dan Indikasi Geografis, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI dengan materi berjudul Menguak Tabir Sengketa Merek: Interpretasi Pengadilan Terhadap Prinsip Itikad Baik Dalam Perlindungan Hukum Bagi Pemilik Merek Terkenal dan Gunawan Suryomurcito, S.H., M.H., Pemimpin Kantor Konsultan Hak Kekayaan Intelektual   Suryomurcito & Co   dengan judul materi Penerapan Prinsip Itikad Baiku ntuk Perlindungan Hukum bagi Pemilik Merek Terkenal dalam Perkara Pembatalan Pendaftaran Merek.

Peserta seminar dihadiri oleh sebanyak 117 peserta, terdiri dari Para Hakim Agung Kamar Perdata dan Kamar Tata Usaha Negara pada Mahkamah Agung, Pejabat Eselon I dan  II Mahkamah Agung RI,  Pimpinan Pengadilan Tingkat Banding dan Tingkat Pertama, serta Hakim di Wilayah Jakarta dan sekitarnya, Pimpinan Kementerian/Lembaga, Pimpinan Perguruan Tinggi, Pimpinan Organisasi Advokat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), kalangan Pers, serta Undangan yang lainnya.

 

HOME
IMG_9724
IMG_9742
IMG_9756
IMG_9769
IMG_9784
1/6 
start stop bwd fwd

E-Learning


e-Library

perpustakaan.litbangdiklatkumdil

Kegiatan Litbang Saat Ini

- - -

Studi Banding

Laporan Joint Study Capacity Building for Indonesia Judge II

12/04/2013

Joint-Study merupakan kerja sama Mahlkamah Agung RI dengan Pemerintah Jepang dalam rangka mencari dan menemukan...

Brosur

Brosur Badan Litbang Diklat Kumdil    Brosur Perpustakaan Khusus

Sign In